Rabu, 20 Mei 2009

dinding yang tidak terlihat

Kebenaran Al qur'an akan diperlihatkan oleh penciptannya

Banyak kalangan meragukan bahwa alquran adalah kalam Allah SWT. terutama bagi kaum orientalis atau yang hanya mengandalkan kemampuan akal saja untuk menyikapi aturan hidup. Namun ALLAH SWT amat mengerti bahwa manusia selalu minta bukti bahkan ada yang sudah diberi bukti bahwa ALLAH itu ada dengan mukzjizat para nabi namun sebagian umat nabi-nabi tersebut banyak yang membantah ada yang mengatakan Mukjizat itu sihir atau Alquran dan kitab-kitab ALLAH itu Kisah Dongeng orang terdahulu.

Ada salah satu bukti tentang kebenaran Alquran
yaitu:
Lautan yang Tidak Bercampur Satu Sama Lain autan yang Tidak Bercampur Satu Sama Lain
Pada abad ke 19 ditemukan bahwa di Selat gilblatar ada air laut yang bertemu dengan air tawar namun kedua bagian air tersebut tidak tercampur. Hal ini sudah diberitahu oleh ALLAH SWT tentang masalah laut tersebut
Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Al Qur’an sebagai berikut:
"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing." (Al Qur'an, 55:19-20)
Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan "tegangan permukaan", air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)
Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur’an.

Terdapat gelombang besar, arus kuat, dan gelombang pasang di Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Air Laut Tengah memasuki Samudra Atlantik melalui selat Jibraltar. Namun suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut di kedua tempat ini tidak berubah karena adanya penghalang yang memisahkan keduanya.

Tidak ada komentar: