Minggu, 20 November 2011

Resistor

Sebuah resistor sering disebut werstan, tahanan atau penghambat, adalah suatu komponen elektronik yang dapat menghambat gerak lajunya arus listrik.

Resistor disingkat dengan huruf "R" (huruf R besar). Satuan resistor adalah Ohm, yang menemukan adalah George Ohm (1787-1854), seorang ahli fisika bangsa Jerman. Tahanan bagian dalam ini dinamai konduktansi. Satuan konduktansi ditulis dengan kebalikan dari Ohm yaitu mho.

Kemampuan resistor untuk menghambat disebut juga resistensi atau hambatan listrik. Besarnya diekspresikan dalam satuan Ohm. Suatu resistor dikatakan memiliki hambatan 1 Ohm apabila resistor tersebut menjembatani beda tegangan sebesar 1 Volt dan arus listrik yang timbul akibat tegangan tersebut adalah sebesar 1 ampere, atau sama dengan sebanyak 6.241506 × 1018 elektron per detik mengalir menghadap arah yang berlawanan dari arus.

Hubungan antara hambatan, tegangan, dan arus, dapat disimpulkan melalui hukum berikut ini, yang terkenal sebagai hukum Ohm:


di mana V adalah beda potensial antara kedua ujung benda penghambat, I adalah besar arus yang melalui benda penghambat, dan R adalah besarnya hambatan benda penghambat tersebut.

Berdasarkan penggunaanya, resistor dapat dibagi:

Resistor Biasa (tetap nilainya), ialah sebuah resistor penghambat gerak arus, yang nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan). Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon.
Resistor Berubah (variable), ialah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut. Sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan jenis ini kita bagi menjadi dua, Potensiometer, rheostat dan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yang biasanya menempel pada papan rangkaian (Printed Circuit Board, PCB).
Resistor NTC dan PTS, NTC (Negative Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTS (Positife Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi dingin.
LDR (Light Dependent Resistor), ialah jenis Resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil.

Gelang Warna pada Resistor

Pada Resistor biasanya memiliki 4 gelang warna, gelang pertama dan kedua menunjukkan angka, gelang ketiga adalah faktor kelipatan, sedangkan gelang ke empat menunjukkan toleransi hambatan. Pertengahan tahun 2006, perkembangan pada komponen Resistor terjadi pada jumlah gelang warna. Dengan komposisi: Gelang Pertama (Angka Pertama), Gelang Kedua (Angka Kedua), Gelang Ketiga (Angka Ketiga), Gelang Keempat (Multiplier) dan Gelang Kelima (Toleransi).

Berikut Gelang warna dimulai dari warna Hitam, Coklat, Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Ungu (violet), Abu-abu dan Putih.

Sedangkan untuk gelang toleransi hambatan adalah: Coklat 1%, Merah 2%, Hijau 0,5%, Biru 0,25%, Ungu 0,1%, Emas 5% dan Perak 10%. Kebanyakan gelang toleransi yang dipakai oleh umum adalah warna Emas, Perak dan Coklat.


Warna I II III IV) V
Hitam 0 0 ×100
Coklat 1 1 ×101 ±1% (F) 100 ppm
Merah 2 2 ×102 ±2% (G) 50 ppm
Jingga 3 3 ×103 15 ppm
Kuning 4 4 ×104 25 ppm
Hijau 5 5 ×105 ±0.5% (D)
Biru 6 6 ×106 ±0.25% (C)
Ungu 7 7 ×107 ±0.1% (B)
Abu-abu 8 8 ×108 ±0.05% (A)
Putih 9 9 ×109
Emas ×0.1 ±5% (J)
Perak ×0.01 ±10% (K)
Polos ±20% (M)

Jumat, 18 November 2011

Instalasi Listrik Penerangan

Instalasi Listrik Penerangan (ILP) adalah suatu sistem pengendalian arus listrik yang mengaktifkan pencahayaan. Tegangan listrik pada ILP di negara Indonesia sebesar 220 Volt namun ada beberapa negara yang menggunakan tegangan sebesar 110 Volt.
Apa keuntungan 220 v dan bedanya dengan tegangan 110 Volt?
untuk jawabannya tunggu posting berikutnya!!!!

Minggu, 17 April 2011

KURSUS KETERAMPILAN

RUMAH HASTA KARYA

Jl Batu Ampar V No 21 RT 002 RW 05,

Kel Batu Ampar Kec Kramat Jati Jakarta Timur

(Jl Raya Bogor KM 28,Depan RS Pusdikes TNI AD)

TELP/ SMS : 081399955308

Menyelenggarakan Pelatihan Ketrampilan:
Kerajinan Keramik, Kerajinan Rotan,  Kerajinan Sablon.


Ketrampilan Teknik Pendingin AC/Kulkas,Listrik Instalasi Penerangan, Gulung Dinamo, Elektronika


Melayani In House Training untuk Pelajar dan Umum.

Menyediakan Tanah Liat Kualitas Super Untuk Eksport halus, aman, tanpa Pasir dan bahan kimia.Harga. Rp. 10.000,-

Menggulung Motor Listrik

untuk menggulung ulang motor listrik harus diperhatikan alur dan jalur aslinya.

langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Tentukan jumlah alur stator nya.

2. perhatikan jumlah kutubnya atau bisa disebut group.

3. Perhatikan juga banyaknya koil dalam satu kutub.

4. perhatikan dan catat langkah koil/jarak alur tempat koil dipasang.

5. Potong gulungan utama atau running beri tiner agar lunak lalu hitung.

6. potong gulungan bantu atau starting beri tiner agar lunak lalu hitung.

7. ukur tebal kawal email dengan micro meter.

8. gulung kawat email sesuai dengan jumlah yang telah dihitung (ada cara mrnggulungnya bro. biar ga ada yang putus atau sambungan)

9. masukan hasil gulungan ke dalam alur stator.

10. pasang kabel NYAF untuk ke kapasitor dan line sumber tegangan.

11. jahit hasil gulungan dengan benang nilon. uji dengan arus listrik jika sudah bagus( akan ada medan magnet yang berputar akan terasa jika kta memasukan obeng ke tengah stator.

12. beri pernis dan keringkan jika sudah kering pasang casing. motor siap di gunakan kembali.